Kembali ke cita

Mungkin akhir-akhir ini aku lupa klo aku juga pernah punya cita-cita untuk menjadi seorang penulis. Aku terlalu sibuk dengan keluarga kecilku, pekerjaan kantor dan usaha sampingan yang kulakukan diluar pekerjaan rutinku.Hufh...hidup serba sulit akhir-akhir ini kurasa, namun tak begitu berat saat malam-malam seperti ini tiba, mengantar tidur pangeran kecilku sampai kulihat botol yang tak pernah lepas dari bibir kecilnya itu terlepas dan menjadi pengganti guling kesayangannya. Lucu sekali bagiku. Kadang kulihat dari samping saat tidurnya pangeran kecilku ini tak jauh beda dengan Sinchan dengan pipi tembemnya, lucu sekali kau nak. Hari ini tepat 6 bulan dari hari pertama dia lihat dunia, tadi pagi saat dia pertama membuka mata indahnya langsung kubisikan di telinganya bahwa aku dan mamanya sangat mencintainya, kuciumi dia dan seperti hari-hari sebelumnya dia balas apa yang kami lakukan dengan senyum bahagianya. Tuhan beribu syukurku pada-Mu. Tapi kumohon kalian jangan iri dengan kehidupanku ini, seperti yang lainnya, koin pun punya dua sisi, apa yang kau dapat harus kau bayar dengan yang setara, ato bahkan lebih mahal sedikit dibanding dari harga pasaran, itu yang terjadi disisi lain hidupku. Aku bayar kebahagiaan ini dengan kerja keras dan memeras keringatku hingga tetes yang terakhir. Dan memang seperti apa yang biasa terjadi dibelahan manapun dari bumi ini, itulah yang harus dilakukan seorang ayah bagi keluarganya. Sekali lagi, Beribu syukurku Tuhan kau izinkan aku berusaha bagi keluargaku, sementara disisi lain masih banyak ayah-ayah lain yang merasa kesulitan untuk mencari nafkah bagi keluarganya, namun dengan Karunia-Mu telah kau mudahkan aku mengais Rizki untuk keluargaku. Alhamdulillah, akhirnya aku tulis juga sesuatu setelah catatanku difacebook yang aku aplod beberapa bulan yang lalu. Kukira cukup untuk malam ini, besok harus bangun pagi untuk sahur. Heh...........

0 komentar: